DJABARPOS.COM, Bandung – Rekaman percakapan yang diduga menyerupai suara R.K. bocor ke publik, percakapan telepon yang diduga antara mantan Gubernur Jawa Barat, R.K., dan seorang wanita berinisial L.M. mendadak viral dan menghebohkan publik. Dalam percakapan yang bocor ini, terdengar perdebatan panas terkait dugaan hubungan keduanya serta permintaan uang dalam jumlah fantastis.

Rekaman tersebut mengungkap adanya permintaan dana sebesar Rp2,5 miliar dari pihak L.M., yang langsung ditolak oleh R.K. Berikut kutipan percakapan yang beredar :

L.M.: “Gini aja, Kang. Kalau mau beres, saya butuh Rp2,5 miliar.”

R.K.: “Tapi kan itu bukan anak saya, buktinya udah jelas kan, kita juga udah buat perjanjian sebelumnya, udah ada hitam di atas putih, semuanya sudah dibereskan dari dulu.”

L.M.: “Yaudah, kalau gitu kita tes DNA aja biar semuanya jelas.”

R.K.: “Urusan ini kan udah jelas, tes DNA itu buat apa lagi, bapaknya juga udah ngaku bukti ada semuanya terang, kamu cuma mau bikin ribut.”

L.M.: “Kalau benar bukan anak Akang, kenapa takut tes DNA?”

R.K.: “Ini bukan soal takut atau nggak takut, situasinya lagi panas di semua mata lagi lihat ke saya, jadi kita tenangin dulu biar semuanya reda, nanti kalau waktunya tepat kita ketemu dan selesaikan baik-baik.”

L.M. : “Pokoknya gini Kang, kalau duitnya nggak masuk minggu ini, ya maaf aja, aku bakal spill satu-satu buktinya tiap hari”

R.K.: “Ini udah pemerasan namanya. Kamu main ancam, main tekan, ini nggak bener.”

L.M : “Ih masa bodoh lah”

Bocornya rekaman ini memicu spekulasi luas di tengah masyarakat. Rekaman tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @riza falkha, yang kemudian dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial.

Banyak pihak bertanya-tanya, apakah R.K. benar-benar menjadi korban pemerasan ? Jika memang merasa dirugikan, apakah ia akan berani membawa kasus ini ke ranah hukum dengan membuat laporan resmi ?

Hingga berita ini diturunkan, R.K. belum memberikan pernyataan resmi terkait rekaman percakapan yang diduga menyerupai suara dirinya. Pakar hukum menilai bahwa jika rekaman ini terbukti autentik, unsur pemerasan dapat menjadi dasar tuntutan hukum. Namun, di sisi lain, publik juga bertanya-tanya apakah ada skandal yang lebih besar di balik percakapan ini.

Apakah ini sekadar dugaan pemerasan, atau ada rahasia lain yang belum terungkap? Publik kini menantikan klarifikasi dari kedua belah pihak untuk menjernihkan situasi yang semakin panas. (Arsy)

By Arsy 80

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *